Bandung
memiliki seribu satu pesona untuk penikmat surga dunia. Bukan hanya
wisata alam dan kuliner yang memanjakan, fasilitas umum dan kebersihan
kota juga menjadi nilai plus. Faktor lain yang juga menarik dari Paris Van Java adalah banyaknya kreasi berkualitas tinggi yang lahir dari tangan para kaula muda. Pucuk Cool Jam Roadshow 2018 merupakan salah satu event yang diselenggarakan untuk menumbuhkan kreatifitas tersebut.
Fakta
di atas menjadi bukti bahwasannya Bandung punya potensi besar untuk
memaksimalkan sumber daya alam dan manusia yang dimilikinya. Tidak heran
kalau kemudian, bermunculan industri rumahan yang mampu bersaing dengan
produk luar. Perlu riset untuk memastikan gagasan bisnis itu layak
dilanjutkan. Jasa studi kelayakan hadir dalam rangka memperjelas ide
tersebut.
Studi kelayakan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh
profesional dalam menentukan proyek bisnis layak atau tidak untuk
dijalankan. Proses ini melibatkan banyak pihak mulai dari unsur sosial,
ekonomi, hukum, pemasaran, produksi, sumber daya alam, SDM, dan strategi
lain yang tujuannya untuk mengambil keputusan penting dalam kemajuan
bisnis. Jadi, wajar kalau dalam pelaksanaanya membutuhkan banyak waktu
dan tenaga.
Menurut Andika studi kelayakan bisnis merupakan
penelitian mengenai layak atau tidaknya suatu investasi. Hasil akhirnya
adalah perkiraan bisnis menghasilkan laba yang telah dioperasionalkan.
Itu dapat ditafsirkan berbeda-beda sesuai dengan pihak yang menjalankan.
Berikut merupakan langkah-langkahnya.
Penentuan Ide Bisnis
Langkah
pertama yakni penetapan gagasan yang sekiranya layak diwujudkan. Ide
biasanya muncul dari berbagai macam cara. Namun yang terpenting adalah
mempelajari dan memikirkan apakah gagasan tersebut memang berpotensi.
Apabila merasa masih ada peluang, inilah saatnya untuk merealisasikan.
Kegiatan
lain adalah survei yang berguna untuk melihat kondisi lapangan.
Misalnya saja, melakukan pengamatan di salah satu pabrik guna melihat
proses operasional yang dijalankan, bagaimana mereka bekerja, apa saja
yang kurang, atau adakah limbah yang masih dimanfaatkan. Dari sini
muncul ide untuk membuat hal baru.
Pengalaman kerja menjadi poin
yang juga bisa mendatangkan gagasan usaha. Dalam konteks ini orang akan
menghubungan dengan proses yang sudah dialami. Secara otomatis, tahap
koreksi untuk menciptakan barang atau jasa sudah disesuaikan dengan
keahliannya.
Pertimbangkan Alternatif Usaha
Tahap ini akan
mengarahkan pengusaha pada pemilihan bentuk bisnis yang sesuai dengan
gagasan. Pertimbangan itu antara lain, penciptaan barang baru,
peningkatan barang yang memang sudah ada, atau usaha perdagangan.
Pilihan yang nantinya ditetapkan harus objektif sesuai dengan hasil
pengumpulan data. Seperti, analisis pasar yang berhubungan dengan modal
dan besar peneriman konsumen terhadap produk.
Analisis teknis
ditujukan untuk proses operasional, bahan baku, sumber daya manusia, dan
semua hal yang berkaitan dengan permodalan produksi. Berikutnya, riset
lingkungan dimana tujuannya adalah memastikan dampak positif dan negatif
dari pelaksanaan bisnis. Terakhir penelitian finansial yang menjadi
pondasi dari semua analisis di atas.
Hasil dari studi kelayakan bisnis adalah dokumentasi tertulis yang memperlihatkan bagaimana rencana
bisnis memiliki nilai positif bagi aspek yang diteliti, sehingga akan
dinyatakan sebagai proyek yang layak dijalanka
Dewasa ini sudah banyak masyarakat Indonesia yang mulai tertarik
untuk mulai membangun usaha, mulai dari usaha-usaha kecil yang mereka
rintis sendiri hingga mencakup usaha-usaha besar. Tentu saja, usaha
dimulai berdasarkan modal masing-masing pihak yang ada.
Harapan dari semua pihak yang berkecimpung di dunia bisnis sudah
pasti ingin mendapatkan keuntungan dan dihadapkan pada dunia usaha yang
kompetitif dan semakin berkembang dari saat awal memulai usahanya.
Namun, terkadang para pengusaha secara tidak sadar malah membawa
kegagalan sendiri terhadap bisnis yang dibangunnya tersebut. Mengapa
bisa demikian? Besar kemungkinan mereka terlena dengan apa yang telah
mereka dapatkan saat ini sehingga lupa untuk menyiapkan beberapa hal
kecil yang malah akan berdampak cukup besar bagi pertumbuhan bisnisnya
tersebut.
Jika pada artikel sebelumnya telah dijelaskan mengenai kegagalan analisis studi kelayakan bisnis
dimana kegagalan dititik beratkan pada dua pihak yakni si owner itu
sendiri dan lembaga konsultan pembuat analisis studi kelayakan bisnis
tersebut. Nah, kali ini akan lebih dirinci mengenai faktor penyebab
gagalnya rencana usaha.
Faktor penyebab gagalnya rencana usaha yang akan di bahas setelah ini
ialah murni ditinjau dari posisi sang owner sebagai perintis usaha atau
bisnis tersebut, tanpa melibatkan lembaga konsultan. Berikut ialah
point-point dari faktor penyebab gagalnya rencana usaha tersebut. 1, Pasar Tidak Jelas
Menentukan segmentasi pasar adalah point mendasar yang harus
dilakukan oleh sang owner sebab di sanalah ia bisa menentukan targetan
kepada siapa produk tersebut akan ditawarkan. Dan dari penentuan pasar
pulalah ia bisa mengetahui dan menentukan berbagai macam cara dan
strategi untuk menghadapi tantangan di dunia bisnis sesungguhnya. (Baca
selengkapnya : Ingin melakukan riset pasar, hindari kesalahan-kesalahan ini) 2. Schedule Perencanaan Tak Jelas Schedule atau jadwal perencanaan tidak jelas sehingga sulit
untuk mencapai berbagai sasaran bila serba tak jelas. Setidaknya sang
owner punya jurus dan strategi jitu tersendiri untuk memenangkan pasar.
Misalnya telah terjadwal oleh sang owner untuk melakukan promosi
sehingga mempermudah produk yang ditawarkan menjadi dikenal di telinga
para konsumen dan berbagai hal lainnya yang bisa dijadwalkan sendiri
dengan berbagai pertimbangan perencanaannya. (Baca juga : Tips Promosi Melalui Social Media) 3. Tidak Memiliki Prioritas Usaha
Disinilah letak kejelian sang owner diukur dimana ia harus pandai
dalam memilih dan memprioritaskan setiap usaha yang ia miliki. Maksud
dari prioritas di sini ialah bisa melihat produk mana yang lebih dominan
dinikmati oleh para konsumen, sehingga nantinya bisa diprioritaskan
sebagai produk utama pada usaha Anda tersebut. 4. Tidak Menunjukkan Kompetensi
Selain berjiwa kepemimpinan, sang owner juga mesti memiliki jiwa
Kompetisi untuk memimpin para karyawan mencapai tujuan-tujuan yang telah
ditetapkan sebelumnya. Maka dari itu, besar dampaknya jika sang owner
tidak menunjukkan kompetensi pada usaha yang sedang digarapnya. 5. Suka Menunda Hal-Hal Penting
Menunda-nunda sesuatu hal bukanlah hal baik dalam segala aspek, tak
hanya pada usaha saja. Apalagi jika yang ditunda merupakan hal-hal
penting, seperti membuat jadwal kepada para investor untuk melebarkan
sayap dan modal dalam rangka mengembangkan bisnis yang ada. (Baca juga :
Tips Menarik Minat Investor untuk Tambahan Modal) 6. Takut Mengambil Resiko
Ini adalah point yang seringkali menjadi kesalahan terbesar para
pengusaha dalam menjalankan bisnisnya. Resiko itu sudah pasti ada dalam
berbagai aspek tak hanya di dunia bisnis, hanya saja bagaimana caranya
Anda sebagai pengusaha meminimalisirkan resiko tersebut.
Telah dijelaskan pada beberapa artikel sebelumnya bahwa masih ada peluang dalam kegagalan analisis studi kelayakan bisnis yang telah dibuat, baik secara perorangan ataupun dengan bantuan lembaga konsultan.
Meski demikian, tak serta merta dapat pula diartikan bahwa membuat
studi kelayakan bisnis menjadi tidak penting dan tidak berguna sebab
masih saja ada peluang gagal. Atau semacam pemikiran bahwa ada ataupun
tidak ada studi kelayakan bisnis akan tetap berjalan dengan resiko gagal
atau lancar-lancar saja ke depannya. Sungguh ini adalah pemikiran yang
salah sebab menjalani studi kelayakan bisnis sudah barang tentu sangat
berguna bagi bisnis Anda tersebut, hanya saja lebih bijaklah dalam
membuat analisis studi kelayakan bisnis tersebut.
Jika Anda telah terlanjur membuat studi lekayakan bisnis, perhatikan beberapa ciri-ciri kegagalan analisis studi kelayakan bisnis yang mungkin ada dan terjadi pada Anda, seperti kesimpulan analisis terlalu mencolok, penjelasan tak jelas, opini pribadi merajalela, dan daftar resiko tak dipaparkan.
Adapun beberapa bahaya kegagalan analisis studi kelayakan bisnis yang dapat kami rangkum ialah sebagai berikut :
Usaha yang telah dibuka sangat sulit untuk berkembang
Usaha yang telah dibuka rentan pada kegagalan shingga akhirnya tutup atau gulung tikar
Pengelola atau owner usaha tidak memiliki kesiapan mengenai berbagai
tantangan dan rintangan yang ada pada saat usaha atau bisnis sedang
berlangsung
Pengelola atau owner usaha tidak memiliki kesiapan untuk menangkap
peluang-peluang baru sebagai tingkat inovasi untuk lebih mengembanagkan
usaha atau bisnis sedang berlangsung
Dari 4 point di atas sebenarnya sangat berkaitan satu sama lain. Coba
perhatikan point nomor 1 dan nomor 4 dimana pada point tersebut
dijelaskan bahwa bahaya kegagalan analisis studi kelayakan bisnis dapat
membuat dampak bagi usaha yang telah dibuka sangat sulit untuk
berkembang sebab pengusaha atau owner tidak memiliki kesiapan untuk
menangkap peluang baru. Lalu, perhatikan pula point nomor 2 dan nomer
3 dimana pada point tersebut dijelaskan bahwa bahaya kegagalan analisis
studi kelayakan bisnis dapat membuat dampak bagi usaha yang telah
dibukarentan pada kegagalan shingga akhirnya tutup atau gulung
tikar sebab pengelola atau owner usaha tidak memiliki kesiapan mengenai
berbagai tantangan dan rintangan yang ada pada saat usaha atau bisnis
sedang berlangsung.
Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan tak lengkapnya hasil analisis
yang telah dilakukan pada studi kelayakan bisnis sebelumnya. Untuk
itu, kami menawarkan jasa untuk berkonsultasi mengenai studi kelayakan
bisnis pada usaha Anda di Grapadi Konsultan dimana
Anda akan dijelaskan oleh para staf profesional sehingga akan
meminimalisir kesalahan dan kegagalan seperti yang telah dipaparkan
sebelumnya. Selain itu, Anda juga akan diberikan beberapa review dan refrensi bisnis terpercaya sebagai fasilitator yang bisa dijadikan acuan dan pedoman bagi Anda dalam menjalani bisnis tersebut.
Ingatlah selalu peribahasa “mencegah lebih baik daripada mengobati”
atau bisa juga memegang statement “Berkorbanlah sedikit di awal agar
mendapat hasil yang terbaik di akhir”. Kira-kira dua kalimat itulah yang
bisa Anda pikirkan kembali dalam mengambil keputusan untuk studi
kelayakan bisnis.
Sumber: legalisasi.comGrapadinews.co.id – Siapapun bisa membangun bisnis. Pada
dasarnya usaha tidak melihat latar belakang pendidikan, usia maupun
jenis kelamin. Baik tua maupun muda sama-sama memiliki hak untuk menjadi
pebisnis. Akan tetapi untuk memulainya, Anda perlu memikirkan dengan
matang.
Sama halnya dengan bermain game atau sepak bola, bisnis juga
membutuhkan strategi khusus. Tujuan dari memikirkan taktik yakni agar
tetap bertahan serta terus berkembang di tengah maraknya persaingan.
Maka, perencanaan adalah solusi terbaik.
Dalam tahap awal atau perencanaan, Anda harus memikirkan terlebih
dahulu produk atau jasa apa yang hendak ditawarkan kepada calon
konsumen. Apabila aspek ini sudah dipikirkan secara matang, lalu
beranjak pada nama brand apa yang ingin disematkan pada produk atau jasa?
Patut diketahui bila nama merek dagang merupakan sesuatu yang bisa
memperkenalkan produk hingga perusahaan kepada calon konsumen. Dalam
satu atau dua kata secara singkat harus mewakili seluruhnya, sehingga
bisa membangun citra usaha sekaligus. Selain itu, brand juga termasuk
dalam strategi promosi untuk memasarkan produk lebih luas lagi.
Sudah pasti mengenal suatu produk dari namanya, bukan? Tapi demi
memiliki merek dagang, Anda harus mematenkan hak cipta terlebih dahulu
agar sesuai dengan hukum dagang dan tidak ditiru oleh kompetitor.
Bagaimana caranya?
Persaingan ketat di dunia bisnis
Sumber: youthmanual.com
Indonesia termasuk dalam salah satu negara terbaik dalam hal
kesadaran akan bisnis. Potensi yang dimilikinya, mulai dari sumber daya
alam dan manusia memungkinkan masyarakat memiliki karakter mandiri,
kreatif dan penuh dengan ide-ide baru. Tidak ayal kemudian dunia entrepreneurship menjadi suatu hal yang makin berkembang.
Ragam produk dan merek lokal menunjukkan bila masyarakat Indonesia
memang memiliki tingkat kreativitas dan kemauan tinggi dalam membangun
bisnis. Melalui itu, pemerintah berharap bila seluruh yang terlibat
dalam usaha lokal sama-sama bisa membangun perekonomian dan mengenalkan
produk lokal hingga ke mancanegara.
Kondisi inilah yang kemudian membuat tingkat pertumbuhan bisnis di
tanah air semakin meningkat. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya
hak merek yang telah didaftarkan. Tingginya jumlah unit UMKM membuat
para pengusaha merasa butuh dan harus mematenkan brand dengan tujuan
untuk membedakan dengan milik pesaing.
Apa fungsi merek dagang?
Sumber: pendaftaranmerekdagang.com
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DKJI) menjelaskan bahwa
merek merupakan tanda yang ditampilkan secara grafis untuk membedakan
barang atau jasa yang diproduksi oleh individu atau badan hukum dalam
suatu kegiatan perdagangan. Pada masing-masing produk atau jasa baiknya
memiliki brand dagang sebagai cara untuk memperkenalkan kepada calon
konsumen, juga sebagai penanda.
Sementara itu, merek bisa berupa logo, nama, huruf, angka, gambar
atau susunan warna. Sedangkan bentuknya dapat dibuat dua dimensi, tiga
dimensi, hologram atau kombinasi di antaranya. DKIJ menghimbau tentang
pentingnya mendaftarkan merek dagang. Sebab melalui nama, produk atau
jasa memiliki alat buki kuat dan menghindari adanya duplikasi.
Alasan yang tidak kalah penting yakni sebagai alat promosi hingga
jaminan mutu atas produk atau jasa. Jadi, merek dagang juga merupakan
sesuatu yang dapat membangun citra dan nama perusahaan.
Pentingnya mendaftarkan merek
Sumber: www.nurulfikri.ac.id
Demi terciptanya persaingan bisnis yang sehat, maka mendaftarkan hak
merek harus dilakukan. Selain seperti yang disebutkan pada poin di atas,
brand juga bisa dijadikan sebagai alat bukti kuat jika mungkin di kemudian hari terjadi sengketa.
Setelah didaftarkan, secara otomatis merek sudah memenuhi syarat
secara legal. Nantinya bisa menjadi dasar penolakan apabila ada pihak
lain yang memang ingin mendaftarkan dengan nama yang sama.
Alasan penolakan hak paten merek dagang
Sumber: medcom.id
Saat hendak mendaftarkan merek, bukan tidak mungkin Anda akan
mengalami penolakan. Untuk itulah ketahui alasannya terlebih dahulu
mengapa pengajuan ditolak. Pertama yakni bertentangan dengan
Undang-undang, agama, moralitas, kesusilaan, ideologi negara dan
ketertiban umum.
Kedua, merek tidak detail dan menggunakan yang telah umum atau bahkan
sama dengan lainnya. Ketiga, memiliki potensi menyesatkan masyarakat.
Misalnya saja produk atau jasa yang ditawarkan tidak sesuai dengan
kondisi sebenarnya, atau bahkan kualitas, jenis, ukuran serta tujuan
penggunaannya berbeda dari yang diusulkan. Keempat yakni tidak memiliki
ciri khas.
Maka sebelum memutuskan untuk mendaftarkan, ada baiknya bertanya atau
ketahui terlebih dahulu terkait persyaratan dari Direktori DJKI.
Cara dan biaya mendaftarkan merek dagang
Sumber: abpadvocates.com
Ada dua cara mendaftarkan merek. Pertama yakni dengan mendatangi
kantor wilayah Kementrian Hukum dan HAM Republik Indonesia terdekat.
Kedua, yakni secara daring.
Masing-masing cara dan kelas brand akan dikenakan tarif yang
berbeda. Via daring dinilai lebih murah, UMKM hanya dibanderol biaya
500 ribu rupiah per kelas. Sementara apabila daftar manual Anda harus
menambah 100 ribu rupiah, jadi sekitar 600 ribu rupiah.
Kemudian, hak merek kategori umum atau tidak termasuk UMKM dibanderol
1,8 juta rupiah bila melalui daring dan 2 juta rupiah ketika mengajukan
secara manual. Belum cukup sampai di sana, ternyata mendaftar melalui
daring, Anda harus lewat konsultasi terlebih dahulu. Biaya pengajuan
yang melibatkan mereka bisa seharga 1,8 juta hingga 3 juta rupiah.
Lantas apa sih kelas itu? Ialah kategori produk yang diklasifikasikan
sesuai jenisnya oleh DIKJ. Apabila telah disetujui, maka merek berlaku
selama 10 tahun ke depan. Jika sudah melewati batas waktu tersebut, Anda
harus kembali memperpanjang dengan biaya 1 hingga 4 juta rupiah.
Cara yang mudah, bukan? Daripada brand ditiru oleh kompetitor, lebih
baik daftarkan saja terlebih dahulu. Dengan demikian bisnis bisa
berjalan lancar dan Anda memiliki brand resmi.